Beli Proton Preve di PRJ Gratis Liburan ke Lego Land

Jakarta, KompasOtomotif - Untuk menarik lebih banyak konsumen untuk transaksi di Pekan Raya Jakarta (PRJ), PT Proton Edar Indonesia (PEI), punya berbagai cara. Salah satunya, setiap konsumen yang membeli Proton Preve selama ajang tahunan ini bergulir, langsung mendapatkan hadiah paket liburan ke Malaysia.

"Hadiah untuk dua orang pergi tamasya ke Lego Land di Malaysia, selama tiga hari dua malam, langsung tanpa diundi," jelas Rully Septiadi, Kepala Bagian Pemasaran PEI, Sabtu (7/6/2014), di Kemayoran. Selain itu, konsumen juga otomatis ikut dalam undian nasional berhadiah utama satu unit Preve, yang diundi September 2014 mendatang. Juga tersedia hadiah paket tur ke Hongkong, yang bisa diperebutkan bagi konsumen yang membeli model Preve, Exora Bold, Exora Prime, dan Suprima S.

"Kami juga menyediakan hadiah langsung menarik bagi pengunjung yang mau datang ke stan pameran kami," lanjut Rully. 

Selama pameran juga tersedia promo menarik, antara lain paket cicilan ringan, bunga nol persen, dan lain sebagainya. Selain itu proses kredit dipastikan akan mudah dilakukan tanpa harus berbelit-belit.

"Target penjualan kami selama di PRJ bisa mencapai 175-200 unit, tahun lalu kami peroleh 175 unit," tutup Rully.

Related Posts:

Toyota Resmi Tembus 10 Juta Unit Penjualan

Tokyo, KompasOtomotif - Toyota Motor Corporation berhasil menorehkan penjualan tahun fiskal (April 2013-Maret 2014) menembus 10,13 juta unit. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai prinsipal, meskipun beberapa analis mengatakan kondisi serupa sulit ditemui tahun ini.

Denda 1,2 miliar dollar AS yang disetujui Toyota akibat kasus "recall" yang pada kuartal terakhir tahun fiskal (Januari-Maret 2014) mengurangi laba perusahaan. Meskipun, hasil yang dicapai perusahaan otomotif terbesar di dunia ini, masih positif.

Toyota memprediksi kalau laba perusahaan pada tahun fiskal baru (April 2014-Maret 2015) akan menurun hanya 1,78 triliun yen. Prediksi ini lebih kecil dari apa yang baru saja diraih Toyota pada tahun fiskal ini yang berhasil mencatatkan rekor baru 1,82 triliun yen, melesat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya cuma 962 miliar yen.

Sementara, nilai penjualan naik 16 persen menjadi 25,6 triliun yen. Buah dari melemahnya nilai tukar yen terhadap dollar dan membaiknya penjualan di AS, Eropa, Jepang, dan Asia lainnya. Untuk target penjualan unit, Toyota berharap tetap bisa naik tahun ini, menjadi 10,25 juta unit.

Toyota mengaku, penjualan mobil di Jepang naik dalam beberapa bulan tahun lalu, karena aksi spekulasi sebelum pemerintah menaikkan pajak penjualan mulai 1 April 2014. Guna memenuhi target tahun ini, Toyota sadar butuh ongkos ekstra, termasuk biaya penelitian dan pengembangan, dan denda yang dipastikan mengurangi keuntungan perusahaan periode Januari-Maret 2014 menjadi 297 miliar yen dari tahun sebelumnya 313,9 miliar yen.

Related Posts:

Pasar Mobil di Jepang Mulai Ambles

Tokyo, KompasOtomotif - Penjualan mobil baru di Jepang turun 5,5 persen pada April 2014 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Penyebab penurunan adalah penerapan pajak penjualan baru yang berlaku mulai bulan keempat tahun ini. 

Pemulihan pasar sepertinya akan berlangsung lama, karena penjualan bulan lalu banyak ditopang oleh pesanan konsumen pada bulan-bulan sebelumnya. Yoshitaka Hayashi, Direktur Asosiasi Penyalur Mobil Jepang (JADA), mengatakan, efek dari pesanan sebelumnya perlahan akan hilang.

"Sepertinya kami akan menghadapi kondisi sangat sulit pada Mei dan Juni dalam hal pemesanan produk baru," jelas Hayashi, dilansir Reuters (1/5/2014).

April
Penjualan mobil baru pada bulan lalu (April 2014) tercatat cuma 345.226 unit, turun 5,5 persen dari periode sebelumnya. Hasil ini merupakan yang terburuk sejak Desember 2012, ketika itu penjualan hanya mencapai 338.503 unit. 

Pemerintah Jepang terakhir kali menaikkan pajak penjualan pada 1997, naik dari 2 persen menjadi 5 persen. Kala itu, penjualan mobil baru anjlok hingga 15 persen, pada bulan yang sama (April).

Meskipun turun, penjualan mobil mini (kei car) pada bulan lalu justru naik 2,9 persen menjadi 156.362 unit. Kenaikan dipercaya karena banyaknya merek-merek yang melepas model baru dalam bulan-bulan sebelumnya. Sedangkan segmen kendaraan lain anjlok 11,4 persen menjadi tinggal 188.864 unit.

Penjualan merek terlaris Toyota, termasuk Lexus dan Daihatsu, juga anjlok 18,2 persen. Honda berhasil naik 11,7 persen ditopang oleh Fit (Jazz). Sementara Nissan juga turun 5,2 persen.

Prediksi
Lembaga peneliti IHS Automotive memprediksi kalau pasar mobil Jepang akan anjlok 18 persen pada kuartal kedua tahun ini. Satomi Hamada, analis Senior perusahaan mengatakan, hasil April, sebenarnya jauh lebih baik dari apa yang sudah diprediksi.

"Sangat sulit memprediksi dari hasil ini, apakah ekonomi benar-benar lebih baik dari yang kami perkirakan, atau hanya sekedar memenuhi pesanan yang datang pada bulan-bulan sebelumnya," beber Satomi.

Pemerintah Jepang mulai menaikkan pajak penjualan dari semula 5 persen menjadi 8 persen mulai April 2014. Pelaku industri otomotif memprediksi total penjualan mobil pada tahun fiskal 2014 (April 2014-Maret 2015) diprediksi turun 15,6 persen dari tahun lalu mencapai 4,75 juta unit.

Related Posts: